Lagi, Adik Kita Menjadi Korban Pergaulan Bebas
SINDONEWS. Kasus seks bebas di Kota Manado kian memprihatinkan. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) mengaku selama berpacaran telah tiga kali melakukan hubungan seksual dengan kekasihnya VS alias Van (15).Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi memaparkan, pasangan cilik itu berpacaran sejak 2015. Selama pacaran keduanya sering bertemu dan jalan. Seks bebas mereka lakukan pertama kali di rumah kosong.
“Awalnya korban sempat menolak dan marah, tetapi karena pelaku terus menggoda dan merayu korban, akhirnya terjadilah peristiwa itu,” katanya, Rabu (27/4/2016).
Setelah kejadian yang pertama, keduanya kembali melakukan hubungan suami istri. Perbuatan itu mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Tetapi lama kelamaan, sang gadis tidak tahan, karena VS terus mengajak berhubungan badan.
“Akhirnya korban memberitahukan kepada orangtuanya dan mengakui sudah tiga kali disetubuhi pelaku. Orangtua korban lalu melapor ke polisi,” ungkapnya. Saat ini, kasus tersebut ditangani petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
***
Hati siapa yang tidak miris membaca berita
di atas? Siapa yang menyangka, adik kita yang masih mengenakan seragam
merah-putih, sudah menjadi korban buruknya sistem pergaulan yang ada
hari ini. Sementara pikiran bocah SD dan bocah SMP lainnya masih
dipenuhi seputar main karet gelang atau ngerjain PR, dua adik kita di
atas sudah terjerumus dalam pergaulan bebas, jatuh kepada perzinaan, 3
kali, lagi.
Tragedi seperti ini, sayangnya, akan
membekas bahkan bisa jadi sampai seumur hidupnya. Tidak hanya korban,
tapi orang tua, teman-teman, sekolah, serta lingkungan ia tinggal pasti
merasa malu; menjadi horor yang terus menggentayangi perasaan korban.
Adik kita ini masih bocah SD, sobat. Bahkan
menyiapkan sarapannya sendiri saja, dia belum bisa. Tapi otaknya sudah
dicekoki dengan tayangan tak bermutu, yang mengajarkan bahwa pergaulan
‘modern’ adalah pergaulan mengumbar syahwat tanpa batas. Tayangan yang
tidak mendewasakan, hanya mengajarkan beradegan dewasa.
Kalau sudah begini, masihkah kita berdiam
diri? Masihkah kita tidak peduli? Yuk sadari. Jangan sampai kita baru
sadar akan permasalahan besar ini ketika anggota keluarga kita
mengalaminya.
Lalu solusinya apa? Dengan pengamatan yang
jeli, kita akan mengetahui bahwa akar permasalahannya adalah karena kita
mengadopsi sistem pergaulan barat, yang memang berprinsip hidup
sekulerisme. Dari sistem pergaulan inilah, lahir generasi remaja
yang senang campur baur, pacaran, terjebak cinta palsu yang didominasi
nafsu. Lahir jugalah remaja-remaja seperti Awkarin, yang merasa bangga
dengan mengumbar gaya hidupnya yang ‘nakal’. Lahir juga idolisasi
artis-artis remaja, yang para fanatis nya rela mengorbankan harta dan
waktunya hanya untuk bersalaman. Lahir juga geng Lapendos alias
Laki-laki Penuh Dosa, perkumpulan remaja canggung yang hampir setiap
malamnya berkumpul untuk melakukan pesta sex.
Maka stop pergaulan bebas! Betul, kita
harus menyetop pergaulan yang rusak ini, yang hanya melahirkan generasi
rusak pula. Tapi apakah bisa?
Tidak bisa, kecuali kita menyetop secara
totalitas ideologi yang membawa sistem pergaulan ini, yaitu ideologi
kapitalisme. Karena penerapan ideologi rusak inilah, sistem pergaulan
ini bisa bercokol merusak generasi remaja muslim. Dan selama ideologi
kapitalisme ini tetap menguasai negeri muslim, selama itulah sistem
pergaulan bebas ini tetap langgeng.
Yuk guys. Kita gabung sama-sama dalam satu
dakwah Islam ini. Kita jadikan Islam sebagai satu-satunya pedoman hidup
kita. Kita bersama-sama perjuangkan tegaknya Islam secara kaffah, yang
akan mengatur dengan aturan yang betul-betul menjaga dan membawa
keselamatan kita. Aturan yang akan memuliakan umat, sebagaimana dulu
Rasulullah mengangkat derajat orang-orang Arab Jahiliyah dengan Islam.
Sumber: dakwahremaja.com
